Pages

Sabtu, 11 Desember 2010

PG all star 80th Gontor part 35 end

PG all star 80th Gontor part 34

PG all star 80th Gontor part 33

PG all star 80th Gontor part 32

PG all star 80th Gontor part 31

PG all star 80th Gontor part 29

PG all star 80th Gontor part 28

PG all star 80th Gontor part 27

PG all star 80th Gontor part 26

PG all star 80th Gontor part 25

PG all star 80th Gontor part 24

PG all star 80th Gontor part 23

PG all star 80th Gontor part 22

PG all star 80th Gontor part 21

PG all star 80th Gontor part 20

PG all star 80th Gontor part 19

PG all star 80th Gontor part 18

PG all star 80th Gontor part 17

PG all star 80th Gontor part 16

PG all star 80th Gontor part 15

PG all star 80th Gontor part 14

PG all star 80th Gontor part 13

PG all star 80th Gontor part 12

PG all star 80th Gontor part 11

PG all star 80th Gontor part 10

PG all star 80th Gontor part 9

PG all star 80th Gontor part 8

PG all star 80th Gontor part 7

PG all star 80th Gontor part 6

PG all star 80th Gontor part 5

PG all star 80th Gontor part 4

PG all star 80th Gontor part 3

PG all star 80th Gontor part 2

GONTOR SILABUS

PG all star 80th Gontor part 1

Selasa, 23 Maret 2010

Jadilah Seperti Lebah

Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)
Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”
Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.
Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)
Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:
  • Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.
  • Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.
Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:
Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168). (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157). Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).

Mengeluarkan yang bersih.
Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!
Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)
Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.
Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

Tidak pernah merusak
Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.

Bekerja keras
Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7). Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya “dirugikan” dalam upaya penegakkan keadilan.

Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan
Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu
Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.
Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a’lam.

Aku diciptakan bukan untuk membunuh manusia

Tahukah anda, bahwa aku sering dibasmi oleh manusia tatkala aku hinggap ditubuh mereka!
Tahukah anda, bahwa aku diciptakan di dunia ini untuk membuat manusia bekerja dan mengurangi pengangguran di muka bumi ini!
Tahukah anda, bahwa dengan adanya aku di dunia ini berdirilah pabrik-pabrik obat/racun untuk membunuhku!
Tahukah anda, bahwa ketika musim penghujan di negeri ini tiba, media elektronik berlomba-lomba untuk mempublikasikan aku untuk segera dibasmi dengan berbagai macam cara!
Tatkala media masa mengabarkan bahwa pada tahun ini yang terkena sakit Demam Berdarah telah mencapai angka kritis maka akulah sebagai kambing hitamnya!
Ya, Anda pasti sudah kenal siapakah aku.....
Aku adalah makhluk ciptaan Alloh SWT yang paling kecil dibanding ukuran tubuh manusia yang sebagai khalifah fi-l-ardh. Ironisnya, mengapa mereka begitu benci dan takut kepadaku.....!

Wahai orang-orang yang beriman, tahukah anda bahwa aku ini disebutkan dalam al-qur’an oleh Alloh SWT sebagai permisalan kepada engkau sekalian mengapa aku diciptakan? Lantas apa bedanya kalian yang beriman dan yang kafir. Mari kita renungkan kembali apa yang dimaksud dengan surat Al-Baqarah ayat 26 ini:
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu[33]. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?." dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasiq".

[33] diwaktu Turunnya surat Al Hajj ayat 73 yang di dalamnya Allah menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat, sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan Turunnya surat Al Ankabuut ayat 41 yang di dalamnya Tuhan menggambarkan Kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.
[34] disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, Karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.

Begitulah aku بعوضة “Nyamuk” yang disebutkan dalam al-quran.
Sejenak, Mari kita renungkan bersama!
Siapakah yang tidak pernah digigit nyamuk sejak dari ia dilahirkan dari rahim ibunya hingga ia mencapai dewasa?
Apakah setiap gigitan tersebut dapat menyebabkan virus sehingga mengakibatkan ia terjangkit sakit demam berdarah?
Adakah survei dokter yang telah nyata dan telah dipublikasikan kepada seluruh masyarakat dunia ini tentang sakit demam berdarah disebabkan oleh nyamuk lantas muncul sebuah himbauan untuk mencanangkan program 3M (menguras, menutup, mengubur)?

Orang yang beriman mengatakan bahwa:“Segala bentuk penyakit berasal dari Allah, maka hendaknya kesembuhannya juga hanya dimintakan kepada Allah, artinya asalnya dari Allah dan mintalah agar penyakit itu hilang dari tubuh, hanya kepada Allah. DIAlah Yang Maha Penyembuh dan bukan yang lain-lainnya, apapun profesi seseorang di bidang keahliannya (dokter, tabib, juru bekam, tukang pijat refleksi dll)”.
“Dan apabila aku (Ibrahim) sakit. DIAlah yang menyembuhkan aku” (QS Asy-Syu’ara 80).

Survei membuktikan:
Setelah diadakan diagnosis tentang penyakit demam berdarah ini, dokter menyimpulkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh kurangnya trombosit (sel darah merah) dalam tubuh manusia. Mengapa sel darah merah dapat berkurang? Dikarenakan toksin/racun yang mengendap dalam tubuh manusia yang tidak bisa keluar sehingga darah menjadi kotor yang menyebabkan seseorang sakit. Darah kotor adalah darah yang mengandung racun atau darah statis yang menyumbat peredaran darah, mengakibatkan sistem peredaran darah dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana adanya, sehingga menyebabkan terganggunya kesehatan seseorang, baik secara fisik maupun mental. Bagaimana darah bisa kotor? Masuknya racun yang mengotori darah bisa melalui makanan seperti: pestisida, insektisida, fungisida, zat pewarna, penyedap makanan, hormon dan logam berat; melalui minuman seperti: zat pewarna, zat aroma-essence, logam berat, bahan kimia dan lain-lain;melalui pernafasan disebabkan oleh asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok dan sebagainya. Serta melalui obat-obatan yang berupa antibiotik, analgesik, anti pyrertic dan sebagainya. Dari empat pintu masuk tersebut, darah kotor lalu menumpuk di bawah kulit. Jika darah kotor tersebut tidak dikeluarkan, maka tubuh akan melemah dan terserang penyakit. Untuk menyembuhkan penyakitnya, tidak ada cara yang paling efektif selain dengan gigitan nyamuk yang alami. Pasti anda akan tercengang dengan pernyataan tersebut.
Bagaimanakah keadaan motor jikalau oli pelumas mesinnya kotor? Asap motor menjadi hitam, suara mesinnya berubah ketika beroperasi, pijakan gearnya menjadi keras, pastinya tidak nyaman dikendarai. Lantas dengan kondisi seperti ini apa yang harus dilakukan? Motor masuk bengkel untuk diganti olinya. Demikian tubuh manusia apabila darah kotor banyak yang menyumbat dalam peredaran darah di dalam tubuh, maka harus dikeluarkan dan jangan heran anda akan banyak didatangi nyamuk.
Untuk menyembuhkan penyakitnya, tidak ada cara yang paling efektif selain bekam seperti yang pernah dilakukan Rasulullah SAW:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ

“Sesungguhnya metode pengobatan kalian yang terbaik adalah bekam” (HR Imam Bukhari ) .

Mengapa BEKAM yang disabdakan oleh Rasulullah sebagai pengobatan terbaik disamping yang lainnya? Karena berbekam pada intinya ialah membuang toxin (sel darah merah yang usang) dari tubuh, sedangkan darah itu sendiri merupakan zat berbahaya sebagaimana tersebut diatas, yang harus dibuang agar terjadi produksi sel-sel darah yang baru. Demikian nyamuk, sesungguhnya ia diciptakan untuk menolong manusia agar terjaga dari penyakit yaitu menyedot darah kotor mereka. Ironisnya, manusia ini sudah terdoktrin dengan kejadian-kejadian yang intinya bukan berlandaskan dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang merupakan pedoman hidup umat muslim. Anehnya, begitu cepat orang-orang muslim mempercayai doktrin-doktrin tersebut sehingga mengesampingkan ayat-ayat al-qur’an. Maka berhati-hatilah dengan firman Allah SWT berikut:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.(Q.S. Al-Baqarah: 120)

Logikanya, kalaulah prediksi medis bahwa penderita penyakit demam berdarah semakin tahun semakin bertambah ketika musim penghujan. Sedangkan jentik-jentik nyamuk hanyut ditelan derasnya air hujan mengalir bahkan banyak terjadi bencana banjir di beberapa daerah. Akankah anda menyalahkan nyamuk sebagai biang keladi dari demam berdarah?. Masihkah benci dan takut dengan nyamuk? Bagaimanakah dengan kayakinan anda bahwa iman terhadap kitab (al-qur'an al-karim) merupakan rukun iman yang ke-3. Innal hayaata ‘aqiidatun wa jihaadun. Wallohu khoirul musta’an. (sumber dari: seminar sehari "sehat dengan ath-Thibbu an-Nabawiy" bersama Ust. Faishol Ishaq dari Jombang, alumni Gontor 1986)

Mengapa BABI HARAM?

Efek negatif bagi yang suka menkonsumsi daging babi:
1. Merusak harga diri manusia (bercampurnya pria dan wanita semakin bebas/sex bebas)
2. Bersifat Jorok (suka hidup di kubangan), tidak suka kebersihan
3. Pembangkang (selalu melanggar disiplin)

keterangan:
Ketika Syekh Azhar berkunjung ke sebuah seminar yang diadakan di salah satu negara eropa yang mana dihadiri oleh sejumlah kalangan tokoh-tokoh agama di seluruh dunia. meraka mengadakan sebuah penelitian tentang sifat yang dimiliki ayam dan babi.
dikeluarkanlah 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina di letakkan dalam sebuah kandang:
apa yang terjadi: si ayam jantan A dan ayam jantan B berusaha merebut seekor ayam betina tadi dengan mempertaruhkan nyawanya (bertarung sampai mati) hanya untuk mendapatkan kekasihnya/jodohnya untuk dikawini. ayam ini suka dengan tempat yang bersih. kalau anda ingin si ayam itu untuk maju melangkah ke depan, maka tariklah kepalanya ke depan pasti akan ikut, lantas sebaliknya kalau ingin ayam itu mundur maka tariklah ekornya ke belakang pasti akan ikut (ibarat orang taat dengan aturan/disiplin)
sedangkan babi:
ketika di letakkan 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina dalam suatu kandang. apa yang terjadi? babi jantan A dan babi jantan B saling mempersilahkan untuk mengkawini si babi betina tadi tanpa ada rasa rebutan diantara satu sama lainnya. babi ini juga suka hidup di kubangan yang mengibaratkan tidak suka kebersihan (hidup jorok). andaikata anda menginginkan babi itu maju ke depan maka tariklah ekornya ke belakang, sedangkan kalau ingin babi itu mundur ke belakang, maka tariklah kepalanya ke depan (ibarat orang pembangkang/suka melanggar aturan/disiplin)

singkat kata, hati-hati dengan maraknya daging babi sekitar kita yang sudah merajalela di beberapa makanan, minuman dan obat-obatan. perlu anda investigasi pada obat-obatan yang beredar di sekitar anda yang menggunakan beberapa bahasa ilmiah farmasi yang jarang anda kenal. apakah semakin menyembuhkan (total, sementara, atau kambuh lagi dan ketagihan akan obat tsb)? perhatikan juga pada label peringatan yang tertera pada obat tersebut (efek samping). manakah yang anda pilih, obat yang mendatangkan efek samping ataukah bebas dari efek samping............ to be continued!!!