Pages

Minggu, 09 Oktober 2011

SOLUSI WABAH POLIO & CAMPAK DENGAN AT-TIBB AN-NABAWIY

       
    Kabar berita terhangat hari ini (10/10) di harian Republika adalah Indonesia bersama 11 negara lain di kawasan Asia, mencanangkan 2012 sebagai tahun "intensifikasi imunisasi rutin dalam mencegah wabah polio dan campak", begitulah kalimat terakhir pada berita tersebut. Orang yang beriman mengatakan bahwa “Segala bentuk penyakit datang akibat ulah manusia sendiri maka datanglah penyakit itu dan diizinkan oleh Allah SWT untuk terjangkit kepada manusia, akan tetapi kesembuhan itu datangnya berasal dari Allah SWT, maka kesembuhan dari penyakit itu juga hanya dimintakan kepada-Nya. Dialah Sang Maha Penyembuh bukan yang lain-lainnya, apapun profesi seseorang di bidang keahliannya (dokter, tabib, juru bekam, tukang pijat refleksi dll), mereka hanyalah wasilah datangnya kesembuhan pasien dari penyakitnya yang mendapatkan kehendak (usaha dan doanya terkabul) dari Allah SWT”.
“Dan apabila aku (Ibrahim) sakit. DIAlah yang menyembuhkan aku” (QS Asy-Syu’ara 80).
Datangnya penyakit dalam tubuh seseorang tergantung dengan sugestinya tentang jenis penyakit tersebut, kalau ia berburuk sangka maka Allah SWT akan mengabulkan sesuai dengan sugestinya, sebaliknya kalau ia berbaik sangka maka penyakit itupun tidak akan terjangkit kepadanya. dalam hadits Qudsi Allah SWT berfirman:
يَقُولُ الله تَعَالَى: أَناَ عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَناَ مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِى أَتَيتُه هَرْوَلَةً.
aku terserah persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam hatinya, Aku menyebutnya dihati-Ku. Bila dia menyebut-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (H.R. Bukhari Muslim)
Sedangkan orang kafir mengatakan bahwa “Segala bentuk penyakit berasal dari beberapa kasus (sugesti dari penyakit menular, seperti: sakit mata, cacar, TBC; nyamuk; lalat; psikis, dll), kemudian dia berobat minta kesembuhan ke beberapa dokter yang paling spesial  bahkan bertaraf internasionalpun akan diusahakan demi kesehatannya sampai tidak terasa harta bendanya habis bahkan mereka rela didiagnosis oleh dokter akan meninggal pada bulan/minggu tertentu karena kondisi penyakitnya yang sangat parah. Singkat kata mereka hanya memakai logika saja, kalau sakit ini maka obatnya demikian tanpa mengenal siapa yang sesungguhnya membuat penyakit tersebut dan ditambah lagi selalu berburuk sangka terhadap penyebab wabah tersebut sehinga mengklaim bahwa wabah tersebut menular bahkan mematikan”.
 Menilik dari peristiwa yang ada di berita tersebut, sebenarnya Rasulullah SAW telah mengajarkan  kepada umatnya dalam menjaga kesehatan yaitu dengan memperhatikan asupan makanan yang masuk dalam tubuh, diperintahkan untuk meminum madu (juga obat-obatan herbal), berbekam (hijamah), dan membaca ayat-ayat al-quran dan hadits yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. “Kesembuhan itu terdapat pada 3 hal: minum madu, sayatan bekam, dan kay dengan api, sesungguhnya aku melarang umatku dari kay” (shohih bukhori, Ath-Thibb, juz 1 hal, 5680). Nah, di Pondok Modern Darussalam Gontor sebenarnya sudah menerapkan praktek pengobatan ala Nabi SAW, yaitu dengan mengkonsumsi madu, habbat sauda (jintan hitam) sebagai vitamin suplemen makanan tiap hari dengan melihat banyaknya aktivitas, supaya santri sehat bugar, adapun santri yang sakit; sakit ringan (sakit mata, demam, pusing) bahkan berat  (terkena virus GBS atau kelumpuhan pada saraf) dapat disembuhkan dengan terapi bacaan ruqyah syar'iyyah, bekam dan meminum obat herbal. Alhamdulillah dengan praktek ini, Allah SWT memberikan pertolongan kepada santri-santri yang menderita penyakit tersebut pada akhir-akhir ini. 
Ketika wabah polio dan campak dikumandangkan, seolah-olah pendengar kabar itu akan tersugesti kepada kejelekan yang akan membahayakan  kesehatan pribadi maupun orang lain karena menular bahkan mematikan, untuk itu perlu ada pencegahan sejak dini dengan menerapkan hidup sehat ala Nabi SAW. Hendaknya seorang ibu yang sedang mengandung agar mengkonsumsi madu, jintan hitam dan banyak melantunkan ayat-ayat al-quran supaya janin yang akan keluar dari perutnya dan tumbuh besar akan memiliki daya tahan tubuh yang prima termasuk sikap, pola pikir dan mentalnya menjadi qur'ani. perlu diwaspadai datangnya wabah tersebut kemungkinan dari obat-obatan kimia, makanan dan minuman cepat saji, faktor ketakutan ketika bergaul dengan penderita penyakit tersebut sehingga tertular. pada intinya libatkanlah Allah SWT dalam segala urusan duniawi dan ukhrawi urusan niscaya segala pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan benar, wallohu a'lam bi ash-shawab.