Pilih Makanan Halal Dan Thoyyib
Zat gizi dari makanan berfungsi sebagai zat yang kita butuhkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kehidupan sekaligus sebagai pembentuk struktur sel dan organ tubuh. Dengan zat gizi pula tubuh dapat membentuk sel-sel keturunan (sperma dan ovum), menumbuhkembangkan hasil pembuahan menjadi janin, kemudian menjadi bayi, dan selanjutnya zat gizi digunakan untuk menumbuhkembangkan bayi menjadi anak, lalu menjadi remaja dan kemudian menjadi dewasa. Karena fungsi tersebut, adalah logis bila Allah SWT memerintahkan kita mengkonsumsi makanan yang halal dan baik (thayyiban) seperti yang tertera dalam Al-Qur’an, antara lain:
Surat al-baqarah ayat 168.
$ygr'¯»t â¨$¨Z9$# (#qè=ä. $£JÏB Îû ÇÚöF{$# Wx»n=ym $Y7ÍhsÛ wur (#qãèÎ6®Ks? ÏNºuqäÜäz Ç`»sÜø¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNä3s9 Arßtã îûüÎ7B
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.
Al-Maidah: 88
(#qè=ä.ur $£JÏB ãNä3x%yu ª!$# Wx»n=ym $Y7ÍhsÛ 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# üÏ%©!$# OçFRr& ¾ÏmÎ/ cqãZÏB÷sãB ÇÑÑÈ
”dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”.
An-Nahl: 114
(#qè=ä3sù $£JÏB ãNà6s%yu ª!$# Wx»n=ym $Y7ÍhsÛ (#rãà6ô©$#ur |MyJ÷èÏR «!$# bÎ) óOçFZä. çn$Î) tbrßç7÷ès? ÇÊÊÍÈ
“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.
Menurut Psikolog Prof Dr Dadang Hawari, Makanan dan minuman yang dikonsumsi akan menjadi darah dan daging dalam tubuh. Makanan yang halal dan baik atau halalan thoyyiban merupakan syarat utama saat kita mengonsumsi makanan. Makanan yang halal bisa memberikan perasaan tentram, sedangkan makanan yang haram tidak akan memberikan ketenangan dalam hidup. Halal, disini kata dia, adalah baik makanan itu sendiri maupun dari cara mendapatkannya. Meskipun makanan itu halal dan zat yang terkandung juga halal, tetapi jika diperolah dengan cara yang tidak baik akan menjadi haram. Mengapa makanan halal penting? “karena makanan dan minuman yang kita konsumsi akan menjadi darah dan daging dalam tubuh kita,” ujarnya. Yang dimaksud dengan halal, bukan hanya sekedar halal dalam zatnya, tapi juga halal dalam cara memperolehnya. Halal dalam zatnya, berarti makanan dan minuman tidak terbuat dari bahan makanan yang diharamkan; babi, darah, bangkai, dan sembelihan yang disembelih atas nama selain Allah (Al Baqarah: 173, Al Maidah: 3, dan An-Nahl: 115). Selain dari itu, minuman yang memabukkan (khamr) seperti alkohol dan Narkoba juga diharamkan Allah swt. (Al Maidah: 90 dan Al Baqarah: 219).
Muslim Indonesia harus memperhatikan bagaimana cara memperoleh makanan dan minuman halalan, thoyyiban. Memperoleh makanan dengan cara yang haram (korupsi, mencuri, merampok, dll.) akan menyebabkan Allah SWT murka kepadanya, seperti diterangkan dalam surat at-Thaha: 81:
(#qè=ä. `ÏB ÏM»t6ÍhsÛ $tB öNä3»oYø%yu wur (#öqtóôÜs? ÏmÏù ¨@Åsusù ö/ä3øn=tæ ÓÉ<Òxî ( `tBur ö@Î=øts Ïmøn=tã ÓÉ<Òxî ôs)sù 3uqyd ÇÑÊÈ
makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. dan Barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, Maka Sesungguhnya binasalah ia.
Perlu pula diingat bahwa seseorang yang sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal atau haram, baik dalam zatnya maupun dalam cara memperolehnya, mempunyai akibat yang berat baginya. Menurut Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda bahwa doa seseorang tidak akan dikabulkan Allah SWT bila dalam makanan, minuman, pakaian terdapat hal-hal yang diharamkan.
Dalam mengkonsumsi makanan, harus diperhatikan peringatan Allah swt. dalam surat Al A’raf: 31, Makan dan minumlah kamu sekalian, tetapi janganlah melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak mencintai/tidak suka terhadap hal-hal yang melampaui batas.? Jumlah asupan zat gizi dari makanan menurut ilmu gizi ada dua batas, yaitu batas angka maksimum dan batas angka minimum. Bila asupan makanan/minuman kurang dari batas angka minimum akan timbul masalah gizi-kurang seperti kurang energi-protein, kurang vitamin A yang menyebabkan kebutaan, kurang zat besi yang menyebabkan anemia, dll. Batas angka maksimum juga tidak boleh dilampaui. Bila asupan makanan melebihi batas angka maksimum akan timbul pula masalah seperti kegemukan, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, dll.[1]
Maraknya peredaran makanan dan minuman cepat saji pada zaman modern ini seharusnya membuat umat muslim agar lebih waspada terhadap dampak positif dan negatifnya. Apakah dampak positif lebih banyak didapat ataukah sebaliknya?. Waspadalah dengan tercampurnya beberapa makanan, minuman bahkan obat-obatan dengan “minyak atau daging babi”. Karena dapat menimbulkan dampak negatif pada diri manusia yaitu: harga diri manusia hilang (hilangnya rasa malu, gonta-ganti pasangan), jorok (tidak suka kebersihan) dan pembangkang (selalu melanggar disiplin). Oleh sebab itu, babi diharamkan untuk dikonsumsi bagi umat muslim. Ada info dari dr. Sutji M. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa saat ini ada wabah pengerasan otak dan sumsum tulang belakang, sehingga menyarankan untuk menghindari dan mengkonsumsi produk-produk minuman/makanan berikut: extra-joss, M-150, kopi susu gelas, kiranti, kratingdaeng, hemaviton, neo hormoviton, marimas, frutillo, segar sari, pop ice, segar dingin vit. C, okky jelly drink, inaco, gatorade, nabati, adem sari, naturade gold, aqua splash fruit dan tropicanaslim karena mengandung Aspartame (lebih keras dari biang gula) racun yang menyebabkan diabetes, kanker otak dan bisa mematikan sumsum tulang belakang.
Alhamdulillah dan terima kasih kepada Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) yang terus tekun meneliti adanya zat-zat yang diharamkan di dalam makanan, minuman, dan kosmetika yang dikonsumsi banyak masyarakat. Sertifikasi yang dikeluarkan LPPOM MUI dan dicantumkan pada label makanan, minuman, dan kosmetika dapat jadi jaminan kehalalan suatu produk. Sertifikat halal sangat membantu masyarakat dalam memilih makanan, minuman, dan kosmetika sebelum dibeli. Selain makanan itu harus halal, Al-Qur’an menyatakan bahwa makanan itu harus baik (thayyib), sesuai dengan firman Allah swt. dalam Al Qur’an antara lain dalam:
Surat Al-Mu’minun ayat 51 dan
$pkr'¯»t ã@ß9$# (#qè=ä. z`ÏB ÏM»t6Íh©Ü9$# (#qè=uHùå$#ur $·sÎ=»|¹ ( ÎoTÎ) $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ×LìÎ=tæ ÇÎÊÈ
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Surat Al-Baqarah ayat 172:
$ygr'¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=à2 `ÏB ÏM»t6ÍhsÛ $tB öNä3»oYø%yu (#rãä3ô©$#ur ¬! bÎ) óOçFZà2 çn$Î) crßç7÷ès? ÇÊÐËÈ
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
Menurut ilmu gizi, makanan yang baik itu bukan hanya sekedar terbuat dari bahan makanan yang segar, tidak tercemar penyebab penyakit, dan enak dimakan, tetapi makanan itu juga harus mengandung semua zat gizi yang kita butuhkan, yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan.
Memahami Pencegahan dari Penyakit dan Pengobatannya
Sebelum kita membahas tentang judul dimaksud diatas, maka perlu kita pahami terlebih dahulu dengan sebenar-benarnya definisi “sehat” (kesehatan). Apa yang dimaksud dengan “Sehat”?. Menurut bahasa dari kata shohha yashihhu: dzahaba marodluhu, shihhatun:’adamu i’tilali (marodl) al-jismi wa salamatuhu. Menurut World Health Organization (WHO): “Health is a complete sense of physical, mental and social well being and mot merely the absence of disease or infirmity” atau “Sehat (kesehatan) adalah keadaan yang sempurna (baik) yang meliputi kesehatan fisik (badan), mental (ruhani) dan sosial (moral) dan bukan semata-mata keadaan bebas dari penyakit, cacat, kelemahan”. Dengan demikian jelaslah bahwa sehat atau kesehatan itu mencakup 3 (tiga) hal saling terkait satu sama lainnya sebagai berikut: Kesehatan Badan/Fisik (Jasmani), Kesehatan Mental (Ruhani), Kesehatan Sosial (Moral/Akhlaqul Karimah) al-‘aqlu as-saliim fi al-jismi as-saliim.
Bagaimanakah dengan sakit demam berdarah, Apa disebabkan gigitan nyamuk kemudian membasminya? Kapankah penyakit DBD sering terjangkit pada diri seseorang? Pernahkah umat muslim berfikir lebih mendalam lagi tentang penciptaan nyamuk yang sudah ada di dalam al-quran!, bagaimanakah umat muslim mengimani al-quran yang merupakan rukun iman yang ke-3!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar